PKK Kalimantan Barat Dukung UMKM Borneo Istimewa di “Sepekan Festival Museum” 2025
- Oct 25, 2025
- Edi Suprianto
Pontianak – Oktober 2025.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan ekonomi masyarakat dan pemberdayaan perempuan, Ibu Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Barat, Hj. Erlina, SH, MH, memfasilitasi keikutsertaan pelaku UMKM Kalbar dalam kegiatan “Sepekan Festival Museum” yang digelar pada 6 hingga 12 Oktober 2025 di Halaman Museum Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam kesempatan ini, Hj. Erlina menyediakan stand bazaar UMKM untuk mempromosikan berbagai produk unggulan daerah, terutama dari komunitas UMKM Borneo Istimewa.
Dukungan Nyata PKK untuk UMKM Kalbar
Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Hj. Erlina, SH, MH terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui penyediaan fasilitas promosi di berbagai event daerah, PKK Kalbar memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.
“UMKM adalah pilar utama perekonomian daerah. Kami ingin para pelaku usaha lokal memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, dikenal, dan dicintai masyarakat,” ujar Bpk Edi Suprianto selaku ketua UMKM Borneo Istimewa di arena Festival Museum Pontianak 2025.
Produk UMKM Borneo Istimewa Laris Manis
Salah satu komunitas yang mendapat perhatian besar adalah UMKM Borneo Istimewa, yang memamerkan berbagai produk lokal mulai dari kuliner khas, olahan herbal, hingga kerajinan tangan. Antusiasme pengunjung sangat tinggi — Alhamdulillah, produk-produk UMKM Borneo Istimewa laris terjual sepanjang acara.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa produk lokal Kalimantan Barat memiliki kualitas, kreativitas, dan nilai jual tinggi di mata konsumen. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi pelaku UMKM untuk memahami perilaku pasar, strategi penjualan langsung, dan cara membangun hubungan dengan pelanggan.
Festival Museum: Sinergi Budaya dan Ekonomi
“Sepekan Festival Museum” tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga wadah sinergi antara sektor budaya dan ekonomi lokal.
Selain pameran dan pertunjukan seni, keberadaan bazaar UMKM menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati produk khas Kalimantan Barat sekaligus mendukung pelaku usaha lokal.
Langkah PKK Kalbar yang menyediakan stand UMKM ini menjadi contoh kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha kecil untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif.
Menuju Ekonomi Daerah yang Mandiri
Dengan adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan organisasi seperti PKK, diharapkan pelaku UMKM Kalimantan Barat dapat terus tumbuh secara mandiri dan berdaya saing. Kegiatan seperti Festival Museum Pontianak 2025 menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat berwirausaha serta memperluas jejaring pemasaran produk lokal.
Dukungan Ibu Hj. Erlina, SH, MH terhadap pelaku UMKM melalui stand bazaar di acara Sepekan Festival Museum menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat dimulai dari ruang budaya dan kolaborasi sosial. Keberhasilan UMKM Borneo Istimewa selama acara berlangsung bukan hanya soal penjualan, tetapi juga tentang kemandirian ekonomi lokal dan kebanggaan terhadap produk buatan Kalimantan Barat. (.ed)