Generasi Muda Kalbar Harus Miliki Portofolio di Bidang Artificial Intelligence
- May 19, 2026
- Borneo Istimewa
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) kini semakin cepat dan mulai memengaruhi hampir seluruh bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, bisnis, pemasaran digital, hingga industri kreatif. Generasi muda di Kalimantan Barat tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu menjadi kreator dan inovator di era digital.
Memiliki portofolio di bidang AI saat ini menjadi nilai tambah yang sangat penting. Portofolio dapat berupa hasil desain menggunakan AI, pembuatan konten digital, website, video kreatif, chatbot, analisis data, hingga proyek-proyek digital lainnya. Dengan portofolio tersebut, generasi muda akan lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja dan ekonomi digital.
Kesadaran akan pentingnya AI juga mulai berkembang di Kalimantan Barat. Salah satunya melalui kegiatan webinar edukatif yang membahas pemanfaatan Artificial Intelligence untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas mahasiswa.
Webinar AI untuk mahasiswa yang diselenggarakan AIM ASEAN by KUMPUL Impact bersama UBSI Pontianak.
Pada kegiatan tersebut, sebanyak 140 mahasiswa hadir sebagai peserta dan mengikuti sesi pembelajaran mengenai pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan maupun industri kreatif digital. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa minat generasi muda Kalbar terhadap perkembangan teknologi Artificial Intelligence semakin tinggi.
Kegiatan ini juga menghadirkan beberapa praktisi dan narasumber yang aktif di bidang teknologi digital. Salah satunya adalah Coach Edi, yang juga dikenal sebagai Ketua KIM Borneo Istimewa, yang dipercaya sebagai narasumber dalam webinar tersebut. Dalam pemaparannya, Coach Edi menekankan pentingnya generasi muda memiliki portofolio digital dan kemampuan memanfaatkan AI secara produktif serta kreatif untuk menghadapi persaingan kerja di era modern.
Selain mendapatkan pemahaman tentang AI, peserta juga memperoleh networking serta sertifikat pelatihan sebagai bekal pengembangan kompetensi digital. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas teori, tetapi juga bagaimana AI dapat diterapkan langsung dalam pembuatan konten, pemasaran digital, pengembangan UMKM, hingga personal branding.
Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa peluang belajar AI kini semakin terbuka luas, termasuk bagi anak muda di Kalimantan Barat. Dengan belajar AI sejak dini, generasi muda dapat membangun personal branding, meningkatkan kemampuan digital, dan menciptakan peluang usaha berbasis teknologi.
Selain itu, AI juga dapat membantu perkembangan UMKM lokal. Generasi muda dapat menjadi penghubung transformasi digital dengan membantu pelaku usaha membuat konten promosi, desain visual, pemasaran media sosial, hingga otomatisasi pelayanan pelanggan menggunakan teknologi AI.
Di era modern saat ini, kemampuan menggunakan AI bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Karena itu, generasi muda Kalbar harus mulai aktif belajar, mengikuti pelatihan, membangun relasi digital, dan membuat portofolio karya nyata agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Sudah waktunya anak muda Kalimantan Barat tampil sebagai generasi kreatif, inovatif, dan siap menghadapi masa depan berbasis teknologi Artificial Intelligence.