Oleh-Oleh KIM Borneo Istimewa Dari Temu Nasional (TENAS) di Jakarta
- Jan 15, 2026
- Edi Suprianto
Jaksel (16-17 Desember 2025) - Bertempat di The Brickhall at Fatmawati City Center Jakarta Selatan sebanyak lebih dari 800 orang pegiat literasi digital diundang oleh Kementrian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) Republik Indonesia dalam kegiatan "Temu Nasional Pegiat Literasi Digital". Kegiatan ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK), Relawan Siberkreasi, dan Pandu Literasi Digital dalam berbagai kegiatan literasi digital di seluruh wilayah Indonesia.
Edi Suprianto mewakili KIM Borneo Istimewa yang juga seorang Pandu Literasi Digital, mendapat undangan mewakili Kalimantan Barat dengan beberapa peserta lain yang mewakili Relawan TIK Indonesia. Sebagai Pandu Literasi Digital Indonesia, untuk mengikuti kegiatan ini harus melalui proses seleksi yang di lihat dari hasil kegiatan pendampingan kepada UMKM yang di lakukan di tahun 2025.
Acara ini di buka oleh Bapak Boni Pudjianto selaku Kepala BPSDM Komdigi dan dilanjutkan dengan pemaparan dari berbagai narasumber yang profesional di bidang digtalisasinya masing-masing. Adapun tujuan dari acara ini adalah diharapkan terbangunnya ekosistem literasi digital yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Tidak hanya berfokus kepada keterampilan teknis tetapi juga membangun kesadaran ber etika, berbudaya dan menjadi makin cakap digital.
Hadir pula berbagai narasumber kompeten seperti dari Google, Meta, Microsoft, Tiktok, Shopee, Go To, APJII, UMDI Komdigi, AITF DTS, dll. Banyak ilmu menarik dan mengupas outlook di 2026 yang syarat dengan pengembangan teknologi AI dan pemanfaatannya di masyarakat.
Pemerintah mengapresiasi dedikasi Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK), Relawan Siberkreasi, dan Pandu Literasi Digital yang tetap bergerak membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatra, meskipun sebagian relawan turut terdampak langsung. Ibu Meutya (Menteri Komdigi) mengapresiasi kontribusi relawan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sejak awal tanggap darurat aktif mendukung pemulihan dan pendampingan masyarakat. “Kementerian Komunikasi dan Digital memiliki peran dalam komunikasi publik yang empati. Dalam kondisi bencana dan situasi kritis, komunikasi sangat penting untuk menyambung rasa,” ujar Menteri Meutya.
KIM Borneo Istimewa bertekad menjadikan literasi digital sebagai jalan pengabdian kepada nusa dan bangsa dalam rangka menjawab tantangan zaman, berbekal semangat dari acara TENAS ini, KIM Borneo Istimewa siap menjadi mitra pemerintah untuk mengembang ekosistem digital di Kota Pontianak. (.ed)