Kirim Lebih Dari 30 Orang Anggota, KIM Borneo Istimewa Ikuti Fesyar KTI 2025

  • Sep 10, 2025
  • Edi Suprianto

Pontianak – Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2025 resmi digelar di Kalimantan Barat dengan mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia”.

Acara prestisius ini dipusatkan di tiga lokasi utama, yakni Ayani Mega Mall, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, dan Pendopo Gubernur Kalimantan Barat. Sejumlah tokoh penting dijadwalkan hadir, termasuk Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung, Anggota Komisi XI DPR RI, serta Gubernur Kalimantan Barat. Tak hanya pejabat, para pelaku ekonomi syariah, akademisi, dan masyarakat umum juga akan meramaikan agenda tahunan tersebut.

Menyambut undangan resmi dari pihak Panitia FESyar KTI 2025, Ketua KIM Bornis Bpk Edi Suprianto mengirim lebih dari 30 orang anggota untuk mengikuti berbagai kegiatan FESyar tahun ini. "Saya berterimakasih kepada Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat yang sudah mengundang kami dan mengikut sertakan produk-produk UMKM Borneo Istimewa untuk di pamerkan pada Sharia Fair di acara ini" pungkas Edi.

Dua Agenda Utama: Sharia Forum dan Sharia Fair

FESyar KTI 2025 menampilkan beragam kegiatan inti. Pertama, Sharia Forum, yang dikemas dalam bentuk edukasi, diseminasi, sosialisasi, dan diskusi. Forum ini bertujuan meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di kawasan timur Indonesia.

Kedua, Sharia Fair, yang menghadirkan pameran produk halal, kesenian berbasis syariah, kompetisi tematik, hingga talkshow interaktif. Konsep ini dirancang untuk memperluas sosialisasi serta edukasi seputar potensi ekonomi dan keuangan syariah.

Menuju Pusat Industri Halal Dunia

Bank Indonesia menegaskan, penyelenggaraan FESyar KTI 2025 bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk nyata dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi syariah di daerah. Melalui festival ini, BI berharap dapat menjaring agen-agen potensial yang kelak menjadi motor penggerak pengembangan ekonomi syariah nasional.

“FESyar KTI merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem syariah di daerah sekaligus mendorong cita-cita besar Indonesia untuk menjadi pusat industri halal dunia,” ujar salah satu perwakilan panitia.

Dengan kombinasi forum edukatif dan pameran kreatif, FESyar KTI 2025 diharapkan tidak hanya memperkuat stabilitas ekonomi kawasan, tetapi juga membuka jalan bagi kemandirian ekonomi syariah di tingkat nasional maupun global. (.ed)