KIM Borneo Istimewa Bekerjasama Dengan Pandu Literasi Digital Komdigi Selenggarakan Pelatihan Digitalisasi Bagi Pelaku Usaha

  • Nov 17, 2025
  • Edi Suprianto

Pontianak (15/11/2025) - Bertempat di rumah dinas Wakil Walikota Pontianak, sebanyak 60 orang pengusaha UMKM mengikuti kegiatan Pelatihan yang di selenggarakan oleh BPSDM Kementrian Komunikasi dan Digitalisasi (KOMDIGI) Republik Indonesia bekerjsama dengan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Borneo Istimewa dan didukung oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Komunikasi (DISKOMINFO) Kota Pontianak juga Bank Kalbar. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Pontianak Bpk Ibrahim, S.IP., M.Si di dampingi oleh Sekretaris Diskominfo Kota Pontianak Bpk Edi Purwanto, S.E., M.E.

Pelatihan bertajuk "Mindset & Fondasi Sebagai Pelaku Usaha di Era Digital" merupakan kegiatan Nasional yang dilaksanakan serentak pada sejumlah daerah di Indonesia. Kegiatan Pandu Literasi Digital Komdigi menyasar sejumlah segmen seperti Pelaku Usaha, Pendidikan, ASN dan juga masyarakat umum baik secara daring maupun luring. Edi Suprianto, S.E., selaku Pandu Literasi Digital Komdigi (Pandu) mengucapkan terimakasihnya kepada Pemkot Pontianak dan OPD terkait juga Bank Kalbar yang telah mendukung sepenuhnya kegiatan ini.

Pak Marwan melalui sambutannnya mewakili Bank Kalbar menjelaskan bahwa kerjasama dengan KIM Borneo Istimewa sejak awal telah menghasilkan lebih dari 800 tabungan dan QRIS sehingga kedepan diharapkan semakin banyak UMKM yang di dampingi oleh Borneo Istimewa terdigitalisasi lewat pemanfaatan akses digital pembayaran non-tunai seperti QRIS Bank Kalbar. Di lokasi acara Bank Kalbar juga membuka layanan pembukaan rekening dan QRIS Bank Kalbar secara gratis bagi UMKM yang hadir pada acara.

Agus Darwono (Gusdar) dan panitia kegiatan acara ini juga menyampaikan terimakasih kepada Komdigi, Pemkot Pontianak dan  Bank Kalbar yang memberikan pelatihan yang bermanfaat kepada UMKM. "Kalau bisa kegiatan pelatihan dari Komdigi seperti literasi digital ini bisa terus berkerlanjutan, karena kami UMKM harus menjawab tantangan di era AI seperti sekarang ini" ujar Gusdar. (.ed)