Asap Kebakaran Lahan Semakin Pekat, Edi Usulkan Anak Sekolah Segera diliburkan
- Jan 28, 2026
- Edi Suprianto
Pontianak (28/01/2026) - Beberapa titik di Kecamatan Pontianak Barat terpantau diselemuti asap pekat hasil karhutla. Sudah beberapa hari hujan tidak turun di kota Pontianak dan juga di beberapa kabupaten di sekitar kota ini. Seperti sudah menjadi hajat tahunan yang tak kunjung menemukan solusinya, asap yang pekat kini kembali menyelimuti aktifitas warga di pagi hari.
"Saya berharap Pemeritah Kota Pontianak sigap untuk menghadapi kondisi ini. Anak-anak sekolah harus diliburkan, dan warga dihimbau menggunakan masker bila terpaksa keluar rumah" ujar Edi selaku ketua KIM Borneo Istimewa. Teras-teras rumah warga sudah terlihat banyak abu dari karhutla, demikian pula banyak warga yang mengaku sesak nafas saat menghirup udara pagi.
Edi mengingatkan semua UMKM binaan agar menjaga kesehatan pribadi seperti mengenakan masker dan menjaga makanan serta minuman siap saji yang dijual agar tidak terbuka sehingga mudah di hinggapi debu dari karhutla. "Jika tidak mendesak sementara waktu UMKM jangan keluar rumah dulu karena kualitas udara kota kita sangat buruk" pinta Edi.
Asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mengandung campuran gas dan partikel halus yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Menurut para ahli kesehatan, ancaman utama datang dari PM2.5 (partikel berukuran kurang dari 2,5 mikrometer) yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru hingga ke aliran darah.
Dampak yang paling langsung terasa adalah iritasi dan peradangan pada saluran napas.
-
ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut): Gejala meliputi batuk, sesak napas, dan nyeri tenggorokan.
-
Eksaserbasi Asma & PPOK: Warga yang sudah memiliki riwayat asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) akan mengalami kekambuhan yang lebih sering dan berat.
-
Pneumonia: Infeksi paru-paru yang lebih serius, terutama pada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Semoga pihak berwenang segera menindak tegas para pembakar lahan dan pemilik lahan yang dengan sengaja membakar lahannya sehingga menyebabkan kerugian bagi warga kota lainnya. (.ed)